“Jika sudah lolos asesmen, itu artinya sekolah tersebut sudah siap menggelar PTM. Hal-hal teknis seperti sarana dan prasarana protokol kesehatan (prokes) tentu sudah siap. Tapi tetap harus jangan abai. Mereka masih anak-anak, sehingga harus tetap dalam pengawasan,” ujar Khusnul, saat dikonfirmasi, Minggu (5/9/2021).
Karena ini sekolah pertama setelah hampir dua tahun berhenti, kata Khusnul, kondisi yang harus diantisipasi adalah kemacetan yang terjadi di lingkungan sekolah. Orang tua yang sudah mengantar anaknya sebaiknya langsung meninggal tempat, tidak perlu menunggu dan melihat anaknya masuk sekolah.
“Semua harus menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat penguna jalan. Para orang tua harus yakin dan menyerahkan semua pada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Dilaksanakannya PTM ini sudah melalui proses panjang sebelum digelar,” ungkapnya.












