Ia melihat saat ini Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim tidak bisa membagi pekerjaan dan tidak bisa bekerja pararel. ”Saya juga melihat, keduanya kurang punya kemampuan marketing dalam menawarkan investasi di Jatim kepada pihak luar,” ungkap politikus asal Lumajang.
Dampak kurang harmonisnya gubernur dan wagub Jatim, lanjut Artono membuat iklim usaha di Jatim saat ini semakin buruk dan ekonomi masyarakat terancam akan hancur. “Patut diwaspadai tingkat kriminalitas akan meningkat karena kesulitan mencari pekerjaan,” jelasnya.
Dibeberkan Artono, bagi masyarakat miskin, harusnya ebih banyak lagi bantuan pemerintah untuk masyarakat yang belum tersentuh bantuan. “Kalau rawan adanya double bantuan, tentunya dari data kemiskinan saya kira bisa ditelusuri masyarakat yang mana yang sudah dapat bantuan dan yang belum,” jelasnya.












