Saat ini ada sekitar 1500 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Kelurahan Sawunggaling. Mereka tinggal mulai dari terminal lama trem hingga bengkel yang ada di RT III.
Prayogi menceritakan, PT KAI mengeluarkan peta bidang pada tahun 2916 setelah Pemerintah Kota Surabaya berencana membangun moda transportasi berupa trem. Padahal, hingga sekarang pemkot belum menggelar sosialisasi kepada masyarakat.
“Proyek trem itu milik Pemkot Surabaya, dan hingga saat ini belum ada sosialisasi. Makanya warga kebingungan ketika peta bidang keluar,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Prayogi ingin bertemu langsung dengan PT KAI. Sebab ketika warga mengecek langsung ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) ternyata tidak ada peta bidang yang dikeluarkan.












