Pernyataan Presiden saat itu, bukan tidak berdasar. Sebagai contoh anggaran Pemerintah PRovinsi JAwa Timur, sesuai dengan laporan Realisasi Anggaran (RDA) dari pemerintah pusat, penyerapannya masih 44,09% sedangkan dari sisi pendapatan sudah mencapai 61,64% dari target. Sedangkan untuk Pemerintah Kabupaten/kota di Jawa Timur penyerapannya banyak yang belum terealisasi dengan maksimal. “Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, (per Agustus 2021) totalnya Rp 25,28 Triliun anggaran Pemerintah Daerah seluruh Jawa Timur ngendon di Bank Jatim,” ungkap Kusnadi.
Presiden Joko Widodo, meminta agar Anggaran yang masih ngendon di Bank tersebut untuk segera digunakan. Agar bisa menjadi stimulan atau membangkitkan ekonomi di Jawa Timur. “Kami langsung menyampaikan pesan Presiden tersebut ke Gubernur dan Bupati Walikota seluruh Jawa Timur agar segera memaksimalkan penyerapan anggaran untuk kepentingan Rakyat agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” himbau Kusnadi yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini. “Seharusnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuhnya lagi.
Selain soal penyerapan anggaran Pemerintah Daerah, Kusnadi mengaku mendapat pesan dari Presiden soal vaksinasi di Jawa Timur agar lebih cepat dan masif. Karena terkadang ada vaksin yang sudah datang di Jawa Timur disimpan beberapa Minggu kemudian karena digunakan untuk dosis kedua. “Nah perintah Bapak Presiden setiap vaksin datang supaya langsung disalurkan cepat,” ujarnya.












