Umi berharap, bazar Pekan Jajan Produk UMKM semacam ini bisa diselenggarakan satu minggu sekali, bergilir tempatnya di dinas ataupun kantor kecamatan dan mewajibkan PNS untuk membeli.
Selain mengapresiasi DisdagkopUKM Kabupaten Tegal selaku penyelenggara, Umi pun mengajak pegawai dan pejabat di lingkungan Pemda ikut memasarkan produk UMKM dengan mengunggahnya ke media sosial.
“Ayo, kita promosikan produk pelaku usaha ini lewat status whatsapp, facebook, instagram sampai tiktok. Sertakan ulasannya bila perlu. Siapa tahu setelah dipromosikan, ada teman atau saudara yang ingin beli. Istilahnya getok tular,” kata Umi.
Program jualan bareng Umi-Ardie (Jalabia) menjadi salah satu yang dicontohkan Umi untuk memasarkan produk UMKM melalui media sosial. Menurutnya, transformasi pemasaran lewat platform digital seperti media sosial ataupun marketplace sudah menjadi keharusan di era sekarang.
“Selain murah karena tidak perlu bikin toko atau lapak untuk mendisplay produknya, berjualan di platform medsos dan marketplace sangat efektif dan mampu menjangkau pasar lokal dan nasional,” ujarnya.



