Menurut Direktur Museum NU Surabaya ini, konsep khilafah Islam yang selalu dikibarkan HTI, awalnya memang di inginkan oleh dunia, namun sejak Turki Utsmani dimakzulkan saja. Terbukti dengan agenda-agenda muktamar alam Islami, maupun kongres umat Islam Indonesia pada saat itu. Sekarang bagi NU, NKRI harga mati. Jika ada gerakan yang ingin mengubah ideologi atau dasar Negara, maka harus dibubarkan.
“Bagi NU mengingkarinya merupakan bentuk pengkhianatan kepada bangsa dan negara, dan sekaligus pengkhianatan kepada nilai-nilai moral agama itu sendiri,” katanya.
Melansir Sydney Morning Herald pada Senin (8/5), Mesir, Irak, Yordania, Libya, Maroko, Arab Saudi, Suriah, Tunisia dan Turki – dan di sebagian besar wilayah Timur Tengah lainnya, kecuali Uni Emirat Arab (UEA), Lebanon dan Yaman, telah melarang kelompok itu.
Selain itu, kelompok ini juga dilarang di sejumlah negara lainnya seperti Rusia, Pakistan, Australia, serta Bangladesh. Sementara di Jerman, kelompok ini tidak dilarang, namun mereka tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik.












