“Mari membiasakan diri untuk belajar disiplin. Biasakan untuk mematikan kompor setelah pemakaian dan juga mengunci pintu. Pencurian sering terjadi setelah sahur. Saya mau kejadian kejahatan di Surabaya pas bulan Ramadan nanti turun,” terang wali kota.
Untuk menekan terjadinya potensi kejahatan tersebut, wali kota menyebut perlu ada gotong royong masyarakat dan juga Kamtibmas untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah tempat tinggal masing-masing. Gotong royong masyarakat juga wajib dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan aman dari sarang nyamuk. Sehingga, ancaman penyakit demam berdarah bisa terus menurun. “Bila di daerah lain masih ada yang KLB, di Surabaya terus turun,” imbuh wali kota.












