Terkait stok vaksin, Dedy Yon menjelaskan di Kota Tegal memilik dua jenis vaksin, yakni Sinovac dan Astrazeneca. Wali Kota berharap dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Kesehatan RI, bisa memberikan stok yang cukup untuk Kota Tegal. Karena kota Tegal merupakan daerah percepatan vaksinasi.
Setelah program 1000 Gerai Vaksinasi ini selesai di akhir Oktober 2021, Dedy Yon menyampaikan bahwa Kota Tegal masih tetap membuka tempat-tempat vaksinasi seperti biasa di bulan November dan Desember. Pemkot tetap melaksanakan vaksinasi di tiga Rumah Sakit, di delapan Puskesmas dan Klinik di Kota Tegal. Selain di 27 Kantor kelurahan juga tetap melakukan vaksinasi.
1000 Gerai Vaksinasi disebar di beberapa titik. Yakni di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tegal, Rumah Sakit- rumah sakit, Puskesmas-puskesmas, Klinik kesehatan, empat kantor Kecamatan, empat kantor Polsek, empat kantor Koramil, 27 Kantor kelurahan, Sekolah Dasar Negeri dan swasta, SMP Negeri dan Swasta, SMA sederajat Negeri dan Swasta Lembaga-lembaga Perguruan Tinggi, Mall dan Pusat Perbelanjaan, 14 Pasar Tradisional, GOR Wisanggeni dan Halaman Gedung Birao atau Gedung Lawang Satus Jl. Pancasila Kota Tegal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr. Sri Primawati Indraswari menyampaikan bahwa saat ini Dinas Kesehatan Kota Tegal memiliki stok 2.000 vial Astrazeneca dan 2.000 vial vaksin Sinovac, dan pihaknya akan segera mengajukan kembali kebutuhan vaksin. Ia berharap sesuai dengan standart WHO, jika sudah 80% penduduk sudah tervaksin itu diharapkan sudah terbentuk herd immunity.(A. Subekhi)



