Menurut Sholahudin pengadaan bus “mewah” seperti itu timingnya tidak tepat di saat pandemi Covid-19 yang masih meledak, dan di tengah kondisi sosial ekonomi masyarakat yang lagi serba susah. “Alangkah lebih baiknya uang tersebut digunakan ke hal-hal yang lebih urgent,” ungkap Umar.
Disisi lain, kunjungan kerja yang harus menggunakan Bus belum tentu bermanfaat. Karena protokol kesehatan tidak memperbolehkan untuk berkerumun. “Lebih baik anggarannya dialihkan untuk kegiatan sosial masyarakat terdampak terutama pada pekerja informal, PKL buruh, dan kelompok sosial rentan lainnya. Mereka saat ini sangat membutuhkan bantuan keuangan untuk sekedar menyambung hidup,” tegas Sholahudin. (Had)



