“Sekali lagi saya matur nuwun kepada masyarakat Surabaya. Tolong dijaga kota ini. Karena panjenengan (anda) yang bisa menyelamatkan keluarga panjenengan dari penyakit Covid-19,” pesannya.
Mau tidak mau, percaya tidak percaya, Wali Kota Eri menyatakan, bahwa saat ini banyak warga Surabaya yang sedang dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang memprihatinkan. Apalagi di antara mereka itu tergolong masih usia anak-anak dan lanjut usia (lansia).
“Banyak saudara kita warga Kota Surabaya yang ada di rumah sakit kondisinya sangat memprihatikan. Apalagi ketika kita melihat anak-anak kecil dan orang tua,” imbuhnya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Surabaya itu menuturkan, meski dalam tinjauannya ini masih ditemukan pelaku usaha yang beroperasi di atas pukul 20.00 WIB, namun dia selalu menekankan jajarannya agar mengedepankan sikap humanis. Sebab, pemerintah sadar bahwa pelaku usaha ini sedang mencari nafkah untuk keluarganya.
“Saya selalu pesankan kepada teman-teman kita agar tetap humanis. Karena bagaimanapun saudara-saudara kita ini mencari nafkah, jadi kita harus menyadari itu. Kita sebagai pemerintah terus menerangkan, terus menyampaikan. Insya allah dengan humanisnya kita, dengan penjelasan yang kita berikan seperti hari ini mereka bisa menyadari semua,” ungkapnya.
Pihaknya pun optimis, dengan upaya kebersamaan dan sinergi seluruh stakeholder ini, maka pandemi di Kota Surabaya bisa terus landai. Dengan begitu diharapkan, maka perekonomian di Kota Pahlawan segera kembali normal.
“Insya allah kalau bersama begini tidak lama (kasus Covid-19) bisa landai dan kita bisa melakukan aktivitas perekonomian seperti semula. Matur nuwun (terima kasih) warga Surabaya,” tandasnya. (hadi)



