“Kalau perlu, disosialisasikan memakai masker dobel atau rangkap, karena varian baru Covid-19 yang sekarang ini, lebih berbahaya dari strain aslinya: mudah menyebar dan menular,” lanjutnya.
Ia menyarankan, upaya-upaya untuk mendisiplinkan terhadap protokol kesehatan, juga melibatkan unit-unit paling di bawah: kelurahan, LPMK, RW dan RT, melibatkan segenap tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.
“Yang tidak memakai masker, diberi masker. Yang masker diplorot, ditegur dan dibetulkan. Juga diingatkan lagi, pentingnya jaga jarak, dan menghindari kerumunan, karena kita tahu Covid-19 menular melalui droplet atau percikan pernapasan,” kata Khusnul.
Ia mengatakan, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, bersama TNI-Polri, segenap tenaga kesehatan, sinergi dengan gotong royong masyarakat, untuk menanggulangi pandemi Covid-19 yang semakin tinggi.












