“Kami amati, sepertinya banyak hal yang menjadi masalah. Penangan Covid lemah dan amburadul. Data kasus juga tidak sinkron. Terlebih penyerapan anggarannya juga lemah,” kata pentolan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Wakil Ketua Satgad Covid-19, Sabilillah Ardie, mengakui jika penyerapan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 86 Miliar baru terserap sekitar Rp 900 juta. Mendasari keterangan dari Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabuparen Tegal, minimnya penyerapan itu karena terlambatnya petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat ihwal penggunaan anggaran Covid-19. Termasuk juknis untuk pembiayaan insentif tenaga kesehatan yang belum terbayarkan sejak November 2020 lalu. Totalnya sekitar Rp 40 miliar.
“Langkah kita untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah melakukan vaksinasi secara maksimal. Target kita sehari 4000 sampai 5000 dosis,” tegasnya. (Dasuki)



