Hal itu terjadi, ketika belasan warga menggelar aksi demo memprotes jalan rusak di sebelah utara Desa Sumber, hari Selasa (06 April 2021).
Paryono, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumber menjelaskan, masyarakat tidak tahu menahu soal bentuk kerja sama antara Pemkab Rembang dengan investor gas. Warga hanya merasa terganggu oleh jalan rusak, sekaligus mendesak lekas diperbaiki.
“Kami tidak peduli dengan kerja sama, karena yang kami ketahui setelah ada gas, jalan rusak. Lama kelamaan kalau jalan tidak diperbaiki, akan menimbulkan korban. Jika nggak ditanggapi, kemungkinan besar ya warga akan menutup jalan“ , ujarnya.
Paryono juga menambahkan selama menggelar aksi, pihaknya juga melakukan pengurukan lubang jalan di titik yang rusak berat. Warga terpaksa iuran secara suka rela untuk mendatangkan material urukan, agar kerusakan tidak semakin parah.
“Soalnya kalau siang, polusi udara juga mengganggu warga sekitar. Masalah ini sudah ramai jadi bahan perbincangan warga, terutama di warung-warung kopi, “ beber Paryono.



