Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita barang bukti berupa sisa uang penipuan Rp 60,5 juta, dua unit kartu ATM dengan total saldo Rp 35 juta, tiga unit ponsel, satu unit jam mewah, satu buah dompet, satu unit mobil dan tiga unit motor, satu buah senapan angin, satu buah ikat pinggang serta satu unit cincin zamrud. Seluruh bb ini disita dari tangan pelaku Sudirman.
Sementara dari tangan pelaku Heri, polisi menyita satu kartu ATM dengan saldo Rp 7,6 juta dan buku tabungan dari sebuah bank ternama.
Selain itu, petugas juga menyita sarana yang dipergunakan pelaku untuk menggandakan uang. Antara lain, beras yang dimasukkan ke dalam kardus, sajadah, sarung dan kain warna hitam. Sarana tersebut dipergunakan untuk meyakini korbannya bahwa keduanya sanggup melakukan penggandaan uang.
Atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan pasal 378 KUHP. Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya terpaksa mendekam di balik jeruji besi.












