Sementara Kepala Bank Indonesia Jawa Tengah Pribadi Santoso berharap UMKM bisa maju di saat Pandemi Covid-19.
“Kita lakukan adaptasi, bersinergi dan mampu menangkap peluang saat pandemi, bisa menangkap peluang dengan cepat. Peran pemerintah membantu UMKM beradaptasi dengan mudah menyediakan sarana agar dapat beradaptasi. Semoga UMKM kita bisa naik kelas memanfaatkan berbagai peluang yang diberikan pemerintah atau otoritas yang lain,” ujar Pribadi.
Sedangkan Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono menyampaikan bahwa UMKM mempunyai peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian nasional karena jumlahnya sangat banyak mencapai 64,19 juta UMKM (99,99 persen dari total usaha), berkontribusi terhadap PDB dengan porsi 61,07 persen, menyumbang ekspor 14,37 persen serta mampu menyerap tenaga kerja 97,30 persen.
“Sedangkan di Kota Tegal, jumlah UMKM Binaan sebanyak 930 Unit dari jumlah total 1940 UMKM yang terdata Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan pada 2019. Namun, sejak tahun 2020 tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah pandemi COVID-19 yang turut menurunkan kinerja usahanya,” ujar Dedy Yon.
Selain itu, Wali Kota menambahkan bahwa Pemerintah Kota Tegal secara konsisten mendukung pengembangan UMKM dan Gernas BBI dalam rangka pemulihan ekonomi daerah dan Nasional.
“Melalui acara ini diharapkan dapat menjadi media untuk memperkenalkan kemasyarakat luas salah satu keunggulan utama Kota Tegal adalah komoditas teh yang tergambar dari banyaknya pabrik teh di wilayah Tegal dan potensi specialty tea UMKM binaan KPw BI Tegal,” papar Dedy Yon.(Dasuki)












