Menurut ketua Pergunu Jatim Sururi mengatakan ada permasalahan yang terjadi di Jatim terkait kesejahteraan profesi guru di Jatim khususnya bagi guru NU. “ Masih terdapat problem diskriminasi kebijakan pendidikan antara sekolah dan madrasah. “ Seperti kesenjangan alokasi anggaran, perbedaan kebijakan maupun perpedaan sistem administrasi perencanaan dan pelaporan. Kesemuanya itu berpotensi merugikan/ memberatkan eksistensi madrasah,”jelasnya.
Tak hanya itu, kata Sururi, masalah lainnya program Tistas di Jatim dijumpai adanya potensi diskriminasi. “ Untuk itu Pergunu Jatim mendesak Pemprov Jatim dan DPRD Jatim memberikan alokasi bantuan dana dengan nominasi/ besaran yang sama antara SMA, SMK dan MA sebagai wujud keadilan perlakuan kepada sesame lembaga pendidikan di Jatim,”lanjutnya.



