“Jadi, program kami adalah, kami akan menjadikan koperasi sebagai grosir. Koperasi bisa langsung belanja atau kulakan barang sembako di bulog dan distributor dengan harga yang murah,” ujarnya.
Menurutnya, dengan harga yang murah itu, tentunya koperasi bisa bersaing dengan toko grosir lainnya. Pengelola koperasi juga bisa memanjakan anggotanya dengan pesan antar. Pemesanan dapat dilakukan melalui online. Dengan program itu, diyakini bisnis ritail koperasi akan menjadi yang terdepan.
“Kalau ini bisa berjalan, maka jumlah pelanggan bisa bertambah. Prinsipnya, harga murah, layanan cepat dan barang pesanan bisa diantar sampai rumah,” cetusnya.
Kabid Koperasi Erlin Trisnawati yang mendampingi Kepala Dinas Dagkop UKM itu, menambahkan, dengan berkembangnya sebuah koperasi, tentu juga dapat meningkatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota koperasi itu sendiri. Tak terkecuali, juga dapat membuka lapangan kerja baru. Saat ini, jumlah koperasi di Kabupaten Tegal sebanyak 439. Dari jumlah tersebut, 147 diantaranya memiliki usaha ritail. Terdiri dari 26 koperasi khusus ritail dan 121 koperasi ritail dan simpan pinjam.












