Cakrawala DaerahIndeks

Pertebal Iman Dan Taqwa, Prajurit Wijayakusuma Disiram Rohani

×

Pertebal Iman Dan Taqwa, Prajurit Wijayakusuma Disiram Rohani

Sebarkan artikel ini

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P , dalam sambutannya melalui Kasrem Letkol Kav Kristiyanto, S.Sos., menyampaikan peristiwa Isra’ Mi’raj Muhammad SAW adalah merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju ke Masjidil Aqsa dan dari Masjidil Aqsa menuju Shidrotul Muntaha pada satu malam untuk menerima perintah Sholat Lima Waktu dari Allah SWT. “Peristiwa ini bagi orang-orang yang tidak beriman adalah hal yang sulit dipercaya, karena jarak tempuh yang dilalui sangatlah jauh. Namun bagi orang Islam yang beriman, peristiwa tersebut sangat diyakini karena peristiwa tersebut terjadi atas kehendak Allah SWT untuk menunjukkan atas kebesaran dan kekuasaannya”, ungkapnya.

Dikatakan, mengapa untuk menerima perintah Sholat lima waktu, Nabi Muhammad SAW harus menempuh perjalanan yang sangat jauh dan luar biasa. “Hal ini, karena ibadah Sholat merupakan perwujudan dari rasa iman dan taqwa bagi umat Islam yang didalamnya terkandung nilai-nilai sikap hidup dan kehidupan yang sangat tinggi dan sempurna”, terangnya.

Karena itulah, lanjutnya. Allah SWT dalam firmannya menyebutkan amalan perbuatan ibadah sholat, merupakan amalan yang akan dihisab pertama kali sebelum amal-amal yang lain di alam akherat kelak. “Jika seseorang amal ibadah sholatnya baik, maka baik pula ibadah-ibadah yang lain. Namun jika seseorang amal ibadah sholatnya rusak, maka rusak pula ibadah-ibadah lainnya”, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama menyampaikan, selain kedudukan sholat lima waktu bagi umat Islam adalah merupakan media komunikasi diri dengan Allah SWT dan tempat memohon petunjuk, bimbingan, perlindungan dan berserah diri atas perbuatan, perkataan dan tingkah laku yang telah dilaksanakan selama lima kali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *