Belum lagi pembatasan kegiatan yg diberlakukan secara langsung menyebabkan lumpuhnya kegiatan perekonomian sosial dan budaya masyarakatnya sehingga Bagong petruk dan gareng yg terbiasa Ngglothang belusukan sampai kedaerah paling pelosok dan wingit sekarang harus terbiasa dengan Ngglothang Secara Virtual.
Bagong cuma berharap dan berdoa semoga dalam kondisi pandemi dan serba keterbatasan ini tidak menjadikan penguasa Hastinapura merubah arah dan melenceng dari cita cita serta visi misinya yg merupakan Janji suci menuju Masyarakat Hastinapura yg Mandiri Sejahtera dan berbudaya karena sudah ditunggu dan mesti dipenuhi.
Dipenghujung malam Bagong yg masih bergelut dengan kesendirianya meneguk kopi yg sudah dingin secara perlahan seperti ada yg mengganjal di tenggorokanya yg menghalangi masuknya air kopi mengalir lewat tenggorokanya yg kering karena terlalu banyak menghisap rokok sehingga mengharuskanya berdehem utk meredakanya.
Atau haruskah Bagong berteriak utk menghilangkan serak dan sesuatu yg mengganjal ditenggorokanya sementara suaranya sudah parau terdistorsi banyak suara sumbang disekelilingnya….?
Atau dia harus terus tertidur dan melanjutkan Mimpi karena semuanya haya ada dalam Negeri Impian….?
*) Ki Sengkek Suharno
Dalang Wayang Kebangsaan
Wakil Ketua PC GP Ansor Kab. Tegal
■Pojok Pujasera Alun Alun Slawi



