Dihadapan, Duta Besar Negara Sahabat seperti Suriname, Kazaktan, Iran, Palestine, Vietnam, Philiphine hingga Amerika, Sukardi juga mempromosikan berbagai produk unggulan baik yang berkualitas ekspor maupun lokal. Produk ungulan tersebut meliputi batik, ukiran meubel, bordir, onik, marmer, tas, sepatu hingga produk makanan khas.
Ia memastikan kepada investor, duta besar dan konsul di Indonesia bahwa Jatim memiliki iklim investasi yang kondusif. Jatim juga memberikan jaminan kemudahan berinvestasi melalui penyediaan lahan, power plan, listrik, perijinan yang cepat serta tenaga kerja terampil di berbagai bidang. “Melalui forum ini saya mengajak kepada yang mulia, para duta besar perwakilan negara sahabat dan tokoh masyarakat Jatim untuk menanamkan modalnya dan berinvestasi di Jatim,” tegasnya yang diberikan apresiasi dari Duta Besar negara sahabat yang hadir.
Di tempat yang sama, Bupati Nganjuk Drs. H. Taufiqurahman menyambut baik kegiatan pesona budaya yang menjadikan Kab. Nganjuk dapat tampil di TMII. “Suatu kebahagiaan Kab. Nganjuk dapat mengisi paket khusus pesona budaya di Anjungan Jatim di TMII. Ini merupakan kebanggaan dan kesempatan emas yang tidak bisa kami lewatkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, bahwa Kab. Nganjuk terus menyiapkan dan membangun sarana infrastruktur. Salah satunya, akan beroperasinya Jalan Tol pada tahun 2018 yang menghubungkan Surabaya-Nganjuk dan Nganjuk-Mantingan Solo. Dengan beroperasinya jalan tol tersebut akan memudahkan masyarakat untuk berkunjung dan melihat potensi wisata di Nganjuk.
Ditegaskannya, bahwa melalui Pesona Budaya ini akan menjadi peluang bagi Kab. Nganjuk untuk mempromosikan potensi wisata. “Nganjuk diibaratkan anak gadis yang cantik dan banyak di idam-idamkan oleh banyak negara. Banyak negara sudah berinvestasi di Nganjuk seperti perusahaan yang bergerak di bidang konveksi, kerajinan, sepatu, pakaian dan usaha industri lainnya. Semoga banyak negara bisa terus menanamkan investasinya di Nganjuk,” pungkasnya.












