Khofifah juga memanjatkan bacaan Al Fatihah kepada para santriwati yang sudah meninggal dunia dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan bisa mendapatkan kesabaran. Gubernur pertama perempuan di Jatim ini juga memastikan bahwa pihaknya akan melakukan penanganan pascabencana dengan sebaik-baiknya.
Pihaknya telah memerintahkan kepada jajarannya, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Pamekasan agar supaya secepatnya memberikan bantuan dan memperbaiki pondok agar proses belajar mengajar berjalan seperti sedia kala.
Bahkan, ia juga memerintahkan kepada pihak Jasa Raharja supaya secepatnya memberikan hak-haknya kepada keluarga korban. Baik yang meninggal dunia maupun korban yang mengalami patah tulang.
“Ini wilayahnya Pak Bupati nanti bagaimana memberikan penguatan dan keamanan bagi seluruh proses pengembangan pesantren An Nidhamiyah ini,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Baddrut Tamam menyampaikan terima kasih atas kedatangan gubernur beserta jajaran Forkopimda Jatim.
“Semoga bisa membangkitkan kembali semangat para pengasuh, tenaga pendidikan, dan santri untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Kita juga sedang berkoordinasi lebih jauh lagi untuk melakukan beberapa pembangunan di pesantren ini,” kata Tamam.



