Sementara, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto mewakili Plt Kalaksa BPBD Jatim mengatakan, upaya pihaknya menggandeng berbagai komunitas adalah bentuk penguatan dari keterlibatan unsur pentahelix.
Sebab, dalam penanganan bencana termasuk pandemi Covid-19, tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja. Tapi butuh keterlibatan unsur pentahelix, yang salah satunya, berbagai komunitas di masyarakat, seperti, akademisi, media dan komunitas disabilitas, juga transgender.
“Kita juga sudah melibatkan komunitas lain seperti, relawan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) dan LPBI NU,” imbuhnya.
Ia berharap, dengan pelibatan berbagai komunitas di masyarakat ini, angka penyebaran Covid-19 bisa turun sebagaimana tujuan diberlakukannya PPKM. (caa)












