“Bahkan, hasil observasi dalam 30 menit setelah divaksin juga aman. Makanya kita sampaikan kepada warga Kota Surabaya bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, tidak perlu khawatir dan takut apabila dapat bagian vaksin. Ini adalah upaya dan semangat kita bersama untuk terus memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegas Whisnu.
Ia juga mengaku tidak sakit sama sekali pada saat disuntik vaksin, apalagi jarumnya kecil, sehingga tidak ada masalah yang berarti baginya. Meskipun sudah divaksin, ia memastikan dirinya akan terus menerapkan 3 M, yaitu Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun, dan memakai masker. Ia juga meminta warga untuk terus disiplin menerapkan 3M meskipun sudah divaksin.
“Jadi, itu harus terus didengungkan supaya kita bisa mengendalikan dan menuntaskan Covid-19 di Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, pada tahap pertama kali ini, Pemkot Surabaya akan menerima vaksin Sinovac sebanyak 33.420 ribu vial. Ia memastikan, sebanyak 15 ribu vial vaksin itu sudah tiba di Surabaya, dan disimpan di cold room UPTD Gudang Farmasi, Jalan Rungkut Puskesmas No. 7 Surabaya.
“Jadi, sebelum didistribusikan ke rumah sakit atau Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan), vaksin itu disimpan di cold room UPTD Gudang Farmasi, sehingga kondisinya aman,” tegas Feny-sapaan Febria Rachmanita.
Feny juga memastikan, untuk tahap awal ini, vaksinasi akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan SDM kesehatan non nakes yang bekerja di rumah sakit atau Fasyankes. Sekitar 33.023 orang sudah didaftarkan ke aplikasi vaksinasi Covid-19 (https://pedulilindungi.id/) milik pemerintah pusat.



