“Rekaman tersebut menggunakan bahasa Tegal dan Indonesia. Artinya lokal _wisdom_-nya kita gunakan agar masyarakat tahu, mungkin yang sepuh-sepuh (lansia-red) mereka dapat mengetahui informasi yang disampaikan,” ujar Jumadi.
Jumadi menambahkan, inovasi ini patut dicontoh. Inovasi dalam masa pandemi ini untuk digiatkan. “Kita langsung turun kebawah. Ibu-ibu dari puskesmas dan kelurahan. Kemudian, Bapak Camat, Bapak Danramil, Pak Kapolsek, Pak Lurah semua turun ke bawah,” pungkas Jumadi.(Dasuki)












