Wahid mengemukakan, berdasarkan data hingga tanggal 9 Desember 2020, 36 kabupaten/kota di Jatim berstatus zona oranye penyebaran COVID-19. Sementara dua daerah, Jember dan Probolinggo berstatus zona merah penyebaran COVID-19.
“Yang menjadi pegangan saat pelaksanaan sekolah tatap muka pada Januari adalah kondisi COVID-19 di suatu daerah. Apabila kondisinya belum memungkinkan digelarnya sekolah tatap muka, maka Jatim akan menunda terlebih dahulu,” ujarnya.
Dengan kembali tingginya kasus COVID-19, mantan Kepala Dinas Perhubungan Jatim tersebut akan memperketat protokol kesehatan saat uji coba sekolah tatap muka di SMA/SMK.



