Itulah kenapa, kata dia, puncak Harlah Lesbumi NU tersebut mengambil tema ‘Ngajeni Awak’.
Pengenalan jati diri, kata dia, diperlukan guna menjaga keberadaan tradisi yang selama ini ada.
Terutama, kata dia, generasi-generasi muda NU harus tahu betul siapa dirinya.
“’Kenapa ada NU ku, NU anda, dan NU kita, itu harus benar-benar dipahami. Agar tidak salah arah, makanya tradisi harus benar-benar dijaga,”kata dia.












