Ketum AHY, kata Renville, ingin sekali kisah dan budaya tersebut tetap abadi. Bahkan bisa menjadi kebangggaan untuk diteruskan kepada generasi saat ini dan masyarakat Surabaya secara luas. “AHY memakai batik ini seakan menunjukkan bahwa Kisah dan budaya Kota Surabaya yang baik harus dilestarikan dan disampaikan ke masyarakat Luas,” jelas Renville yang juga mengenakan batik dominan warna biru itu.
Jika diamati lebih dekat lagi, batik yang dipakai AHY adalah Batik dengan Motif Ujung Galuh atau motif hiu dan buaya menggambarkan asal usul Kota Surabaya. Surabaya sendiri berasal dari kisah Sura (hiu) dan Baya (Buaya) yang memperebutkan wilayah kekuasaan. Sura memiliki arti Jaya atau Selamat. Sedangkan Baya berarti Bahaya. Motif ini bukan hanya melambangkan keberanian melainkan juga cinta. Pasalnya di sekitar motif hiu dan buaya juga terdapat daun semanggi yang mencerminkan cinta kasih.



