Tak hanya itu, ia juga berjanji akan membawa Surabaya bisa melewati masa sulit di tengah pandemi ini dengan berbagai program yang akan mereka berikan.
Ia akan bekerja keras agar tidak ada rakyat Surabaya yang terlantar karena tidak bisa berobat, tidak ada anak yang putus sekolah karena orang tuanya tidak bisa membiayai, dan tidak boleh ada raklyat yang tidak bisa makan karena kehilangan pekerjaan.
“kami akan menggunakan APBD untuk menggerakan ekonomi rakyat, dan menciptakan iklim investasi dan partisipasi semua lapisan masyarakat di Kota Surabaya,” katanya.
Mantan Kepala Bappeko itu pun juga memenyinggung mengenai nilai APBD Surabaya yang bernilai Rp. 10 triliun. Ia ingin nilai sebesar itu agar seutuhnya bisa menjadi anggaran untuk rakyat. Ia mengatakan, setiap rupiah dari APBD Surabaya harus untuk kepentingan rakyat.



