“Ini kan aneh, jadi pertanyaan besar publik, mengapa satu survei keluar dua hasil, yaitu 20 persen dan 17 persen. Ada inkonsistensi. Apakah bisa satu survei keluar dua hasil?” kata Anas, Selasa (3/11).
Selain itu, Anas juga menyoroti perbedaan hasil survei Poltracking dengan sejumlah lembaga survei lainnya. Misalnya, Populi Center dan Pusdeham yang merilis hasil survei belum lama ini. Dalam survei Populi dan Pusdeham, Eri-Armudji unggul dibanding Machfud-Mujiaman dengan kisaran 3-6,5 persen.
Indikator berikutnya yang juga meragukan adalah popularitas Mujiaman yang disebut menyalip Armuji. Angkanya 60,2 persen untuk Mujiaman, dan 59,6 persen untuk Armuji.



