“Ini tugas kita memberi manfaat positif kepada masyarakat DAS Bengawan Solo, jangan lagi dampak seperti yang selama ini dirasakan berupa banjir. Maka jika ada sinergitas yang yang sustainability ada kesinambungan pemanfaatan bagi masyarakat. Air sungai Bengawan Solo ini, bisa digunakan untuk mandi dan cuci, serta bahan baku air minum,” Kata Sadad.
Sesuai program Sustanable Development Goals (SDGs) 2030 kata Politisi Gerindra ini yang memuat program pembangunan berkelanjutan untuk keselamatan Planet Bumi, salah satunya menjamin ketersediaan air bersih untuk kebutuhan hidup manusia. Apalagi kata Sadad, saat ini Jatim dan Jateng adalah lumbung pangan nasional, dan banyak pertanian sepanjang Bengawan Solo yang mengandalkan aliran sungai Bengawan Solo ini, “Jatim dan Jatim adalah penopang utama pangan nasional, dan aliran ini menjadi tumpuan masyarakat untuk pertanian. Maka keberadaannya sangat luar biasa bagi Nasional. Maka kita wajib menjaga kebaradaan air di sungai ini untuk anak cucu kita,” kata Sadad.
Sementara itu Wagub Jatim, Emil Dardak yang menjadi nara sumber secara daring, menyambut positif sinergitas ini untuk menemukan solusi tepat persoalan klasik yang selalu terjadi, “Saat ini hampir 69% air yang lewat begitu saja dan tidak bisa dimanfaatkan, hanya 31%, yang dimanfaatkan untuk industri, perkotaan dan pertanian. Maka kami punya beberapa porgram sebagai solusi yaitu, optimalisasi pemanfaatan air yang belum termanfaatkan, pengelolaan sumber daya air, secara integritas dengan mengurangi resiko bencana, serta program one river, one plan and one management. Maka kami mendukung jika memang ada upaya sinergitas dua provinsi ini,” kata Emil.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat berkesempatan memaparkan bab kebijakan atas Bengawan Solo mengaku surprise dengan sinergitas yang dihadiri oleh DPRD Jatim dan Jateng serta Pemkab dan Pemkot yang wilayahnya di lewati sungai ini. “Ini keren dan bagus, ada inisiasi dua dewan untuk mencari solusi. Ini diskusi rakyat. Kami jadi nyaman, karena jika mau ambil kebijakan sudah di back up oleh Dewan. Apapun namanya kami siap dukung,” kata Ganjar.
Ganjar juga menyampaikan idenya agar ada otoritas khusus yang tangani Bengawan Solo secara lengkap, agar kalau ada masalah bisa dicarikan solusi tanpa menyalahkan daerah satu dan lainnya, “Kita tindak lanjuti termasuk infentariasasi masalah yang ada. Bisa melibatkan dua provinsi saja, atau bisa libatkan pemerimtah pusat. Kami siap mendukung bentuk otoritas khusus bengawan solo. Ayo kita susur sungai dari Jateng ke Jatim, biar tahu apa yang mau kita lakukan,” kata Ganjar.












