“ini perlahan-lahan kalau dikelola dengan baik dan tepat, elektabilitas mereka bisa naik. Persaingan kedua paslon bisa semakin ketat,” katanya.
Meski begitu, Suko mewanti-wanti kepada paslon Eri-Armuji dan timnya terhadap dukungan yang terus mengalir untuk paslon Machfud Arifin-Mujiaman.
Sebab menurutnya, mesin politik MA-Mujiaman tidak boleh diragukan. Dengan dukungan 8 parpol pengusung dan relawan-relawan, bukan tak mungkin MA-Mujiaman bisa meraup suara yang signifikan pula.
“Persaingan akan ketat. Eri-Armuji harus bisa mewaspadai hal-hal lainnya. Mereka harus benar-benar memanfaatkan akar rumput PDIP yang kuat itu untuk sosialisasi, siapa sih Eri-Armuji itu ke warga,” katanya.
Seperti diketahui, Eri Cahyadi-Armuji merupakan paslon nomor urut 1 yang diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI.
Selain itu mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari 6 partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, Partai Perindo, PKPI, dan Partai Garuda.
Sebelumnya, Eri Cahyadi merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki jenjang karir yang mirip dengan Risma. Eri Cahyadi memulai karir di Dinas Bangunan pada 2001.



