Presiden meyakini, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur akan semakin tinggi jika bisa lebih fokus lagi untuk melakukan langkah-langkah terobosan, meningkatkan kinerja di tiga sektor unggulan tersebut, baik dengan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, pengurangan biaya logistik, bantuan teknis, maupun penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas.
Namun Presiden Jokowi mengingatkan, agar pertumbuhan yang semakin tinggi itu harus berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan di Jawa Timur yang masih berada pada level 11,85 persen atau 1,15 lebih tinggi dari rata-rata nasional. Selain itu, juga harus berdampak dalam upaya mengurangi ketimpangan pendapatan yang masih berada di tingkat yang lebih tinggi, yaitu 0,402 dibandingkan rata-rata nasional 0,397.



