Indeks

World Wide Web Ulang Tahun Ke-28, Bapak Internet Gundah Gulana

×

World Wide Web Ulang Tahun Ke-28, Bapak Internet Gundah Gulana

Sebarkan artikel ini

Untungnya, kedua raksasa internet itu belakangan telah menyadari peranan layanannya yang ditunggangi penyebar hoax. Keduanya telah mulai menerapkan upaya-upaya memerangi berita palsu.

Kehilangan kendali atas data pribadi

Masih berkaitan dengan soal perusahaan internet yang doyan mempelajari pengguna. Berners-Lee mengatakan banyak situs saat ini menawarkan jasa gratis, asalkan penggunanya menyerahkan data pribadi.

Kebanyakan pengguna internet cenderung malas membaca dokumen terms and condition yang disodorkan perusahaan internet. Lalu percaya begitu saja atau tidak keberatan memberi data asalkan mendapat layanan online gratis.

Tanpa disadari, data pribadi tersebut kemudian disimpan oleh si penyedia jasa online secara tertutup, di luar jangkauan pengguna yang menyerahkannya. Penyedia jasa bisa bebas membagikannya dengan pihak lain.

“Terlebih lagi, di kebanyakan kasus kita tidak punya cara memberi feedback mengenai data apa yang tak ingin dibagikan -terutama dengan pihak ketiga,” tutur Berners-Lee.

Pengumpulan data pribadi pengguna juga turut berdampak pada pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap warga di dunia maya. Rezim represif bisa menangkap aktivis internet seperti yang terjadi di beberapa negara, atau mengawasi lawan politik.

Banjir iklan politik

Sebagian besar pengguna memperoleh informasi dari segelintir platform seperti Facebook dan Google, ditambah lagi data pribadi banyak dikumpulkan oleh berbagai algoritma.

Walhasil, kampanye-kampenye politik pun kini bisa berupa iklan personal yang ditujukan secara langsung ke pribadi pengguna internet yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *