Sementara itu, pemilik Fahaltek, Fahmi Lukman Alkatiri, yang terlibat dalam giat pelatihan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik giat tersebut, menurutnya pelatihan ini jika bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga Rusunawa bisa membantu perekonomian keluarga.
Ia sengaja mendatangkan alat tenun sarung goyor dan pelatih untuk memberikan pelatihan kepada Ibu-ibu Rusunawa. Ia menambahkan bahwa saat ini pasar sarung goyor sangat terbuka, 80 persen pasar sarung goyor adalah ekpor ke luar negeri, dan 20 persen untuk pasar domestik.
Fahmi menjelaskan, pihaknya sudah pernah melakukan pelatihan dan berhasil, Ia mencontohkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tegalandong Kabupaten Tegal, diawali dengan pelatihan dan saat ini warga binaan bisa menghasilkan 2 kodi dalam seminggu, dan jika hal ini bisa dilakukan para ibu Rusunawa, tentunya akan sangat membantu ekonomi keluarga.
Senada dengan Fahmi, penggiat IKM sapu sorgum, Ismi Juliani menyampaikan bahwa pasar sapu sorgum di Jepang masih cukup besar, selama kita bisa menjaga kualitas, pembeli dari Jepang akan menerima sapu sorgum dari pihaknya.



