Surabaya, Cakrawalanews.co – Di era saat ini, pasar tradisional bukan lagi hanya berfungsi sebagai tempat bertransaksi antara pedagang dan pembeli dan hanya melayani warga sekitar pasar saja, melainkan harus bisa mengembangkan fungsinya gar tidak kalah bersaing dengan keberadaan pasar moderen.
Pasar-pasar tradisional saat ini dituntut untuk bisa mampu bersaing dengan pasar-pasar moderen sehingga keberadaannya tidak akan tergantikan oleh kehadiran pasar-pasar moderen yang hadir lebih memiiki daya saing ketimbang pasar-pasar tradisional.
Atas kondisi tersebut kehadiran pemerintah khususnya pemerintah daerah dalam penataan dan pengelolaan pasar agar tidak kalah bersaing dengan pasar moderen.
Pasar tradisional harus bisa dikelola dan dikembangkan dengan baik namun, tidak mengurangi maupun menghilangkan kearifan-kearifan lokal yang ada di pasar tradisional tersebut.
Pengelolaan pasar dengan cara mengkolaborasikan dengan wisata disebut-sebut sebagai cara yang jitu untuk bisa mengeliatkan pasar tradisional ditengah tekanan pasar-pasar moderen yang ada di kota Denpasar sekitar.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar ada sekitar 295 mini market atau pasar moderen yang beroperasi di kota Denpasar.
Pemerintah kota (Pemkot) Denpasar Provinsi Bali rupanya sudah menerapkan metode mengkolaborasikan pasar tradisional dengan program city tour.
Dengan potensi sekitar 54 pasar yang terdiri dari pasar adat desa dan pasar yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD), Pemkot Denpasar mencoba mengembangkan potensi-potensi pasar tersebut dengan memasukkan kedalam program city tour.












