“Trasnmigrasi adalah bagian dari pembangunan daerah melalui pembangunan kawasan transmigrasi sehingga menjadi solusi bagi pemda untuk membangun kawasan yang sulit berkembang melalui skill dan kemampuan transmigran untuk mengolah kawasan tersbut menjadi kawasan ekonomi produktif yang maju dan sejahtera” katanya.
Diharapkan, dengan transmigrasi akan tumbuh sentra-sentra produksi baru di daerah tujuan dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan peluang usaha baru, sehingga dapat mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah. “Melalui kerjasama ini, kita jadikan instrumen untuk mengintegrasikan tujuan dan keinginan daerah pengirim dengan daerah penerima sehingga transmigrasi menjadi solusi konkrit bagi percepatan pembagunan daerah” ujarnya.
Pada kesempatan itu, dilaksanakan penandatanganan MoU antara 10 (sepuluh) provinsi pengirim, yakni Prov. Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Bali, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, dengan 15 (lima belas) provinsi yang menjadi tujuan, yakni Prov. Riau, Prov. Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kaklimantan Utara, Kalimanten Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Maluku Utara.
Sedangkan Kabupaten yang melakukan MoU adalah Kabupaten Kulonprogo, Prov. DI Yogyakarta, Kab. Sleman Prov. DI. Yogyakarta, Kab. Natuna, Prov. Kepulauan Riau, dan Kabupaten Simeulue, Prov. DI. Aceh.
Jumlah Transmigran yang akan diberangkatkan dari Prov. Jatim Tahun 2015 sejumlah 480 KK dari 38 kab.kota. Jawa Timur melaksanakan MoU dengan Sulawesi Selatan, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Kep. Bangka Belitung, Maluku Utara, Sumatera Selatan, dan Maluku.
Hadir pada kesempatan itu, Gubernur D.I.Y, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Bengkulu, Pj. Gubernur Kaltara, Wagub Bangka Belitung, Wagub DKI Jakarta, Wagub Gorontalo, Wagub Lampung Sekda Prov. Jabar, Kadis. Nakertrasduk Prov. Banten, dan Kepala Disnakertransduk Jatim, Sukardo.(hms/cn02/mnhdi)












