AdvertorialBerita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Gencarkan Operasi Pakai Masker. Blusukan hingga Turunkan Semua Jajaran

×

Gencarkan Operasi Pakai Masker. Blusukan hingga Turunkan Semua Jajaran

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Risma blusukan ke Pasar Pahing, Rungkut.
Wali Kota Risma blusukan ke Pasar Pahing, Rungkut.

Irvan juga memastikan bahwa operasi pakai masker ini juga terus dilakukan di berbagai bidang lainnya, seperti di pasar-pasar tradisional, moda transportasi darat, warung-warung atau tempat-tempat makan dan tempat nongkrong, dan semua wilayah pemukiman atau perkampungan di seluruh penjuru Kota Surabaya.

“Nah, karena ini Perwali perubahan (Perwali nomor 33 tahun 2020) sudah terbit, yang mana salah satu poinnya adalah penerapan jam malam, maka operasi selanjutnya adalah pelaku usaha yang masih buka di atas pukul 22.00 WIB, termasuk beberapa RHU yang tidak boleh beroperasi dulu. Penertiban dan sosialisasi ini akan dilakukan oleh teman-teman Satpol PP dibantu TNI-Polri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto memastikan mulai hari ini akan mengintensifkan operasi di RHU, karena memang beberapa RHU tidak boleh buka dulu. Jika mereka masih buka di atas pukul 22.00 WIB, mereka akan langsung diberhentikan aktivitasnya, karena ini sudah diatur dalam Perwali perubahan.

“Kami juga sudah meminta OPD lain untuk bersama-sama menertibkan dan sosialisasi Perwali perubahan ini. Jadi, ke depan operasinya akan semakin masif,” tegas Eddy.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan data rekap operasi patuh masker, hingga saat ini tingkat kepatuhan warga dalam menggunakan masker sekitar 95 persen, dan 5 persen sisanya belum patuh menggunakan masker. Bagi mereka yang tidak menggunakan masker, langsung disita KTP-nya, sedangkan yang tidak membawa KTP langsung diberi sanksi sosial seperti menyapu jalan hingga membantu memberikan makan penghuni Liponsos.

“Yang disita KTP-nya sebanyak 271 orang dan yang diberi sanksi sosial sebanyak 722 orang. Dan ternyata warga yang tidak pakai masker itu karena ada yang tertinggal di rumah dan ada pula yang bawa tapi tidak dipakai. Artinya, jika melihat fakta di lapangan, warga sudah mulai sadar bahwa ketika keluar rumah harus pakai masker, warga sudah sadar itu. Alhamdulillah,” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *