Surabaya, cakrawalanews.co – Meskipun mendapat kritikan tajam dari publik, rupanya tak membuat Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Surabaya, bergeming atas kegiatan arisan Srikandi DPRD yang dilakukan diruang Komisi D beberapa waktu lalu.
Ironisnya, badan yang seharusnya melakukan kontrol terhadap institusi kedewanan malah menganggap kegiatan tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan sah. Tidak melanggar tata tertib DPRD maupun azaz kepatutan lainnya.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya Minun Latief misalnya justru menganggap kegiatan arisan sebagai sesuatu yang bermanfaat.
Selain sebagai forum silaturrahim dia juga mengklaim bahwa arisan para anggota DPRD perempuan itu punya misi ekonomi san sosial.
“Melalui kegiatan ini mereka (anggota DPRD perempuan) bisa rutin bertemu. Mereka juga bisa menabung melalui acara itu. Bahkan, ketika ada salah satu peserta arisan yang terkena musibah, hasil arisan bisa mereka manfaatkan,”dalihnya.
Tak hanya itu, Minun juga tidak mempersoalkan fasilitas DPRD yang dipakai untuk kegiatan tersebut. Sekalipun dia tahu, bahwa kegiatan arisan itu bersifat personal. Bukan menjadi bagian dari tugas fungsi dewan. Baik sebagai pengawas, tim penyusun anggaran maupun juga menyusun peraturan daerah (legislasi).
“Meskipun memakai fasilitas gedung dewan, toh kegiatan ini bermanfaat,”dalih politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.











