“Aku nglahirno totoan nyowo, lewat operasi. Lha kok dipukul kayak gitu,” katanya
Yeti berharap, tindak kekerasan tak terjadi di sekolah lagi. Ia heran putrinya mendapat perlakukan seperti itu. Padahal, menurutnya putrinya, sering ikut lomba mewakili sekolahnya.
“Dia sering membawa nama sekolah kok sampe dibegitukan,” tegasnya dengan kesal.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Agustin Paulina mengatakan, sangat menyangkan atas insiden tersebut. Namun, pihaknya menginginkan insiden tersebut bisa diselesaikan dulu secara komunikatif dan kekeluargaan.
” Seharusnya ditegur dulu, dan tidak sampai terjadi pemukulan apalagi sampai terjadi luka. Kami sangat menyayangkan. Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan saja. Efek jera tidak harus lapor ke pihak berwajib lakukan komunikasi dulu ” tutur politisi asal PDI-P tersebu.(hdi/cn03)












