“Mungkin karena Almarhumah R. Ajeng Dyah tidak kuat dengan ilmu karomah atau benda-benda pusaka yang diwariskan Kanjeng Eyang Gusti Aji,” ujarnya menambahkan.
Dengan tereksposnya tempat ini, Warno berharap rumah salah satu tokoh penyebar agama islam itu dijadikan sebagai cagar budaya sehingga banyak peziarah datang untuk melihat dari dekat peninggalan-peninggalannya, termasuk mendoakan beliau dan keluarganya.
“Semoga dapat bermanfaat bagi umat Islam umumnya dan bagi perekonomian warga setempat dari kunjungan peziarah jika rumah ini dijadikan cagar budaya,” pungkasnya. (Aan/Dasuki)



