“Karena itu, ini harus diselesaikan. Kasihan masyarakat. Udara harus bersih, bau busuk harus hilang. Kalau tidak, kami akan merekomendasikan kepada P2T (Pelayanan Perizinan Terpadu) agar pabrik ditutup,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Sementara itu, Direktur PT BJB Yuwie menglaim telah memenuhi semua persyaratan dan perizinan pabrik. Bahkan, pihaknya juga rutin mengukur baku mutu limbah secara berkala. Namun, hasilnya belum selesai.
“Untuk menghilangkan bau 100 persen jelas tidak mungkin. Tetapi, selama ini kami sudah meminimalisasi bau itu,” ujarnya
8Diketahui, limbah PT BJB di Kota Probolinggo banyak dikeluhkan warga sekitar. Bahkan, mereka juga memprotes dan meminta pemerintah menutup pabrik tersebut. Selama ini PT BJB mengolah limbah oli (oli bekas) untuk dijadikan bahan bakar diesel kapal dan alat berat. (Caa)



