“Kalau peralatan sudah memenuhi syarat standar, kami bisa memberi izin latihan. Sebab, meskipun hanya latihan, kami juga mempertimbangkan unsur keamanan baik bagi penonton dan juga pembalapnya,” ujarnya.
Dia optimistis, keberadaan drag race dan sirkuit yang tengah dibangun, nantinya akan mampu meredam aksi kebut-kebutan di jalanan.
Afghany meyakini, dengan disediakan fasilitas berupa lintasan, anak-anak muda yang suka membalap, akan tertarik untuk ikut latihan di jalur resmi.
Sehingga, akan mengurangi aksi kebut-kebutan di jalanan. Selama ini, bila ada razia kebut-kebutan motor, Dispora bersama Satpol PP Kota Surabaya telah melakukan pendekatan sekaligus arahan kepada anak-anak muda tersebut.
“Kalau ada warga masyarakat yang punya bakat di bidang otomotif dan ingin berlatih di lintasan GBT, dengan senang hati kami fasilitasi. Apalagi, ini masih gratis karena belum ada Perda nya. Kalau ada Perda nya tentu akan ada retribusi,” sambung dia.
Sementara untuk lintasan atletik lapangan Thor yang membutuhkan anggara dana sekitar Rp 20 miliar, Afghany menyebut sudah dilelang.
Untuk pembangunan lintasan atletik ini, ada perubahan pola dari gravel menjadi sintetis.
“Di bawah nya ada aspal korosi dan sanitary landfield sehingga air akan turun langsung ke bawah. Tidak sampai ada genangan,” ujarnya.












