Untuk pengiriman ke para penjual di pasar-pasar tersebut, Kopral Paimo melakukannya mulai sehabis sholat subuh sampai dengan pukul 06.30 WIB dengan dibantu istri tercinta.
Paling jauh lokasi pengiriman dari rumahnya adalah di Pasar Banjarharjo yang memakan waktu sekitar 20 menit.
Keterampilan dalam membaca peluang usahanya tersebut didapatkannya di kampung istrinya, di Desa Jeblog, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.
“Awalnya kecil-kecilan dan di Pasar Kersana dan Cigedog saja, lama-lama sejumlah permintaan datang dari penjual eceran di Pasar Ketanggungan dan Banjarharjo,” tandasnya.
Ditanya omset, Paimo mengatakan antara Rp. 8-10 juta perbulan. Angka ini adalah dari keuntungan bersih per kilogram selama 1 bulan.
Setiap pengiriman, ia mendapatkan pembayaran cash sehingga memudahkannya dalam perputaran usahanya. Termasuk pengambilan langsung ke rumahnya yang dilakukan setiap hari oleh bakul di Pasar Banjarharjo.



