Selain itu, seorang ASN juga dituntut untuk sadar dan paham atas fungsinya dalam menjalankan dan mengelola kebijakan.
Fungsi ini penting sebab saat ini masih ada ketakutan di sisi birokrasi akan adanya rotasi imbas kebijakan politik.
“Jangan sampai terjadi ada rotasi birokrasi imbas dari produk politik,” tegasnya.
Pakde Karwo menambahkan, sebagai abdi negara ASN harus ikut andil menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Karenanya budaya yang dibangun adalah musyawarah mufakat, bukan mengedepankan budaya tanding. Oleh sebab itu ASN diharapkan mamu menjadi agent of change di tengah masyarakat.
“Kita saat ini butuh SDM handal, baik di sisi pemahaman ekonomi global maupun dalam penggunaan IT di era digital seperti sekarang ini,” urainya.
Terkait pergantian pejabat BKN Kanreg II yang baru, diharapkan mampu mengatasi hambatan dan membangun birokrasi yang berkualitas.












