Ia menjelaskan kebanyakan penyakit yang timbul setelah banjir adalah seperti penyakit kulit dan kutu air. Dan tidak menutup kemungkinan adalah penhyakit leptospirosis yang bisa berakibat fatal apabila salah penanganan.
“Penyakit tersebut berbahaya dan biasanya penyebarannya dari kotoran tikus. Kotoran bisa menyebar dengan mudah karena air yang tergenang,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Pemprov Jatim bersama Pemkab Sidoarjo bekerjasama untuk selalu mengingatkan masyarakat khususnya terdampak banjir untuk selalu waspada dan deteksi dini apabila mengalami kondisi badan kurang sehat.
Dalam menangani banjir ini, pihaknya mempersiapkan beberapa hal diantaranya melakukan normalisasi perbaikan tanggul, pintu air dan membangun bosem apabila memungkinkan. Pasca banjir juga ada hal yang tidak kalah yakni nutrisi yang diterima.












