Ditanya soal penyebab tertularnya pasien ini, Joko pun menuturkan, jika pihaknya sedang melakukan penelusuran informasi mulai dari riwayat perjalanan pasien hingga orang-orang terdekatnya. “Dari hasil penelusuran tersebut baru bisa kita tracing kontak erat maupun kontak dekatnya, termasuk dugaan terjadinya penularan. Terlebih, profesi yang dijalaninya mengharuskan ia berinteraksi dengan banyak orang,” ujarnya.
Joko pun mengklarifikasi soal status salah seorang warga Desa Jatimulya Kecamatan Lebaksiu yang dijemput petugas medis untuk diisolasi di Rumah Sakit Harapan Sehat. Warga asal Jatimulya tersebut, lanjut Joko, statusnya bukan orang dalam pemantauan atau ODP, pasien dalam pengawasan atau PDP terlebih terkonfirmasi positif. “Ia kita jemput karena hasil rapid testnya reaktif sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut dengan mengambil sampel swabnya di rumah sakit,” terangnya.
Rapid test pada warga asal Desa Jatimulya tersebut dilakukan secara mandiri sebagai syarat perjalanan ke tempat kerjanya di luar kota, mengingat profesinya di bidang pelayaran. Joko menambahkan jika kondisi klinis warga Desa Jatimulya tersebut baik dan tidak ada keluhan sakit. “Kiranya warga tidak perlu resah. Patuhi saja anjuran pemerintah dan awali dari kedisiplinan diri beserta keluarga untuk menerapkan protokol kesehatan, maka itu yang akan menyelamatkan kita, terhindar dari infeksi virus Corona. Jangan jauhi keluarganya, apalagi sampai menstigma negatif, karena itu tidak akan menolong,” pintanya.
Positif Covid-19 Menjadi Dua Orang*
Slawi, Cakrawalanews.co — Satu orang warga asal Desa Slawi Wetan Kecamatan Slawi dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien perempuan berinisial EYK (28) yang bekerja sebagai karyawati di sebuah lembaga perbankan di Kota Tegal tersebut kini menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Harapan Sehat Slawi. Kasus ini menambah jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Tegal yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit menjadi dua orang, keduanya dirawat di rumah sakit yang sama.



