“Perbedaan pendapat itu saling mengisi, bukan untuk saling menjatuhkan,” paparnya.
Pihaknya menambahkan, sebagai panutan publik, dalam hal ini Wali Kota Surabaya sebagai simbol pemerintahan di Kota Pahlawan.
“Jadi, suul adab harus dijaga, apalagi sebagai panutan publik. Arek Suroboyo iku wani tapi santun,” ujar Adam.
Baca berita lainnya : Fraksi PDIP DPRD Surabaya : Kota Surabaya Harusnya Prioritas Karena Epicentrum
Sebelumnya, Politisi PDIP Deni Wicaksono menyebut bahwa Wali Kota Surabaya tidak malu dilihat masyarakat ketika marah.












