“Preseden dipindahnya Mobile Combat Covid-19 dari Surabaya ke daerah lain menunjukkan bahwa Pemprov Jatim tidak mempunyai strategi yang cermat dan terukur,” ujar ini.
Hal yang sama juga dikatakan Anas Karno Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, yang menjelaskan bahwa sudah beberapa kali Pemprov Jatim mengeluarkan pernyataan yang terkesan “menteror” warga Surabaya, seperti Surabaya bisa menjadi ‘Wuhan baru’.
Menurut Anas, pernyataan-pernyataan Pemprov Jatim yang seolah-olah menteror warga Surabaya tidak diikuti dengan tindakan konkrit di lapangan dengan memberi prioritas ke Surabaya.
“Jadi patut dipertanyakan apa motif para pejabat Pemprov Jatim dengan berbagai pernyataan yang tidak diikuti aksi dan strategi di lapangan,” tandasnya..












