“ Refocusing yang kemarin belum mencapai target, dan ini pasti akan berdampak pada kegiatan yang lain seperti infrastruktur karena harus difokuskan penanganan covid 19” .ujarnya.
Ia menambahkan masyarakat perlu memahami bahwa pemerintah memiliki keterbatasan dalam melakukan pemberian bantuan sosial. Apabila ini diteruskan sampai akhir tahun maka akan terjadi defisit yang sangat besar dan yang mengkhawatirkan apabila defisitnya terlalu besar maka ada kegiatan kesehatan yang tidak terbayar dan tentunya itu akan menjadi masalah.
Ardie mengharap bantuan media, bidang Humas, Ormas dan lembaga kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Tegal. Untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat saling bahu membahu membantu dalam segi financial. Jangan sampai ada tetangga yang kelaparan .Ia juga berharap pada dinas-dinas yang melakukan perencanaan kegiatan Bansos yang teknisnya ada di Dinsos untuk pendataan supaya lebih dirapihkan lagi.
“Karena yang terjadi banyak warga masyarakat yang mestinya berhak mendapatkan bantuan tetapi tidak menerima. Ini terjadi juga di daerah lainya. Ini yang harus diperbaiki, .dan data agar dikomunikasikan pada kepala desa maupun camat.Dengan demikian data bisa dikompilasi ditingkat Kabupaten” katanya.
Untuk akurasi data kata Ardie, pasti membutuhkan partisipasi masyarakat karena keterbatasan Pemkab dalam mengahadapi situasi seperti ini tidak bisa leluasa dating kedesa-desa. Karena harus mengikuti protokol kesehatan sehingga untuk laporan data penerima Bansos membutuhkan masukan dari masyarakat. (Dasuki).












