Tapi seperti diketahui dua hari yang lalu di China dilakukan lockdown yang kedua. Karena setelah lockdown yang pertama ada rilis perenggangan lockdown dan pelepasan terjadi kasus Covid 19 lagi.
“Alkhamdulillah di Kabupaten Tegal untuk jumlah orang yang positif belum mencapai level ratusan. Tetapi kita perlu mewaspadainya. Saya minta pada Kadinkes selaku Koordinator Pencegahan di Gugus Tugas untuk menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam penanganan dan pencegahan pandemi virus corona” ungkap Sabilillah Ardie
Dibagian lain, Ardie dikatakan Pemkab Tegal secara resmi telah melakukan upaya yang terbaik. Gugus Tugas sebelum marak terkait APD dan rapid tes , Pemkab Tegal melalui Dinas Kesehatan sudah mengantisipasi dengan membeli beberapa alat repid test. Sehingga Pemkab sampai saat ini tidak pernah kekurangan.
“Seperti kita bisa sadari bahwa kita masih perlu meningkatkan kedisiplinan sehingga kedepan Pemkab sedang merumuskan peraturan mewajibkan pakai masker, Namun peraturan ini bukan cuma mewajibkan pakai masker saja tapi mengatur kedisiplinan physical distancing” ujar Wakil Bupati
Menurutnya, semua warga masih harus tetap meningkatan kedisiplinan. Karena tidak semua yang mendapati virus covid 19 ini menunjukan gejala tetapi bisa menjadi pembawa virus pada orang lain. Pemkab Tegal telah melakukan upaya pergesseran/refocusing anggaran untuk focus pada percepatan dan penanganan covid 19 ini, Bupati sudah mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan semua kegiatan APBD 2020.












